Tawaran Pekerjaan Naik Satu Dua Level, Why Not?

That’s what blogs are for. Haha. Kalimat itu nampaknya cucok banget untuk jadi pembuka tulisan sampah saya minggu ini. Tidak ingin membahas satu topik apapun, saya cuma ingin ‘curcol’ sejenak.

Nampaknya kehidupan seorang wanita yang sedang hamil muda bisa berbeda-beda ya. Ada yang antusias, sampe muntah-muntah (well ini kayanya emang hormon dia ya, bukan karena lebay), sampe yang dikit-dikit bawaannya lemes mau tiduran aja. Nah, saya yang kedua. Beruntungnya, suami memperbolehkan saya untuk beraktivitas seputaran rumah saja (saya tidak senang menyebut diri sebagai ibu rumah tangga, karena saya mencari nafkah dari rumah). Jadi waktu tidur saya bak kebo, panjang bener sehari.

Menjelang 4 bulan kehamilan, yang saya rasakan badan dibawa kemana-mana semakin berat. Biasanya saya tahan ‘ngelantai’ aka duduk dilantai berjam-jam untuk ber-online shopping time, tapi sekarang 1/2 jam aja ngga sanggup. Walhasil, produktivitas dan omset menurun. fiuhhh~

Bukan cuma itu sih, tapi karena memang produsen tempat saya ambil stock sekarang lesu inovasi, jadinya berdampak pula pada usaha saya. Otak saya sudah liar sana-sini ingin merambah usaha yang lain. Namun apa daya, raga tak mampu menopang keliaran sang otak (cih, sok puitis). Jadilah saya agak sedikit prustasehh sodara-sodara.

Terdorong dari rasa madesu, dilalah sang suami mengutarakan keinginannya untuk mencari tempat kerja yang baru. Kata dia, direktur nya cerewet. Meski atasannya langsung tidak masalah, rupanya si direktur bermasalah dengan jam tenggo suami eike. Lah wong suami saya mulai kerja dari jam 6 pagi, wajar dong jam 4 sudah plonga-plongo ga ada kerjaan. Yah memang intinya mulai ada ketidaksenangan subjektif sih. Lebay aja jadi direktur.

Okelah, pada akhirnya, entah Allah SWT punya rencana apa, tiba2 sepupu menawarka untuk kirim email ke kerabatnya yang sedang mencari chief accounting di kantornya. Singkat kata, temen sepupu saya mau resign, so mau mencari kandidat yang pas sebagai penggantinya. Wah, awalnya excited. Tapi campur takut ngga sanggup sepertinya suami saya.

Seminggu saya kirim email cv suami, nampaknya tidak ada kabar. Saya sudah pasrah, mikir ya ngga akan dipanggil juga. Ditambah lagi, suami mengeluhkan permasalahan direktur yang bacotnya makin menjadi-jadi. Ini sama semua ya, bukan suami saya aja ternyata. Saat kami bercakap-cakap, malam itu saya mengucap, “sebenernya aku tadinya agak berharap sih kamu dipanggil ditempat temen mba ***. Lagi sepi juga sayang (hehe), lowongan yang PMA. aku usahain kamu jangan masuk indo.”

Akhirnya kami pun pulang setelah menyelesaikan perbincangan kami saat dinner itu (jijik ya bahasanya wk!)

Esok siangnya, seperti biasa suami dan saya bercakap2 via wa. Eh tiba-tiba dia mengatakan,” oh iya tadi dipanggil cinta ditempat temennya mba ***”

what!!
Saya langsung merinding. Baru tadi malam saya mengucap ingin sekali dapat panggilan, entah bagaimana itu didengar oleh Yang Maha Kuasa. Saya langsung mengucapkan selamat dan semangat.

Tapi ternyata tidak dengan suami saya. Ia sangat ketakutan. Karena melihat profil user yang notabene temen sepupu saya di Linkedin. Ternyata oh ternyata, si Ibu ini sudah bekerja selama 9 tahun, dan sudah pernah jadi Manager pula.

WAYOLOHH!!!!
hahhahaaha.. saya ngakak se ngakak-ngakak nya. Gimana engga, posisi suami saya belum manager tapi dipanggil. Ngga mungkin juga si Ibu ini tidak melakukan background check thorugh his resume kan?

Sambil menenangkan suami saya, bahwa tak ada yang mustahil bagi Allah swt, sambil juga saya goda dia, ” ya pantes kata mba *** gajinya lumayan banget plus dikirim ke eropa, wong doi udah tinggi jam terbangnya!” hihihi

Saya mengerti sekali ketakutan bahwa ia akan melakukan performance yang jelek nantinya. Namun, jika tidak dicoba, mana kita tahu kemampuan kita? lantas, kapan kita mau naik tingkat dari level kita yang sekarang, ya ngga?

Ketakutan akan sesuatu yang belum kita kuasai itu sangatlah wajar. Akan tetapi jangan sampai hal itu mengkerdilkan kita, yang justru merugikan diri. Tenang, dan baca doa, Allah tidak pernah membiarkan hamba Nya berjalan sendirian di dalam jalan kebaikan.

Iklan

Hi! thank for read my blog & don't forget to leave comments :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s