Pengertian Pityrosporum Folliculitis itu Apa dan Bagaimana Cara Mengobati nya

Pengertian Pityrosporum Folliculitis itu Apa? – Lama saya tidak update blog ini karena kesibukan yang luar biasa. Kangen banget! Nah kali ini saya ingin berbagi pengalaman pribadi, yang berhubungan tentang kesehatan tubuh. Malu sih..cuma biarlah, toh ini untuk kliping pribadi saya juga.

Jadi ceritanya, pas SMA BB saya sekitar 50kg. Awal dulu punggung saya bersih sama sekali tidak ada jerawat dkk nya. Semenjak kuliah sampai bekerja sekarang ini, BB saya 70kg-an. Bukan cuma lemak, tapi banyak sekali benjolan seperti keloid di punggung sebesar jerawat kecil-kecil. Gejala awalnya cuma gatal-gatal, lalu besoknya tumbuh deh tuh jerawat seperti keloid kecil-kecil. Pertama-tama saya cuek. Tapi semakin kesini malah semakin banyak dan membesar. Sumpah sedih, malu dan takutnya campur aduk!

Akhirnya saya ke dokter kulit SpKK. Tanpa ba-bi-bu dan menjelaskan apa yang saya derita, dokter itu malah kasih resep yang sepertinya berisi steroid atau retinoid lah ya saya kurang paham. Hasilnya sama sekali nihil. Putus asa banget. 1tahun lebih lewat saya diemin.

Saya coba lagi ke RSCM, tepatnya ke poli kulit  Eh disana dibilang malah jerawat yang jadi keloid. Saya disini masih yakin kalo bukan jerawat maupun keloid. Karena setiap saya pencet bumps kecil2 kaya keloid ini lunak dan gatal. Udah gitu kalo kena panas matahari dan keringat, jerawat kecil mirip keloid ini gatal minta ampun. Nah, sedangkan keloid saya dikaki keras dan solid. Di RSCM saya disuntik keloid. Nihil juga.

Putus asa mode on, saya searching di google. Akhirnya saya menemukan penyakit bernama pityrosporum folliculits yang kurleb mirip dengan gejala saya.

Pityrosporum Folliculities adalah penyakit karena jamur, dan menyerupai jerawat kecil-kecil. Dia memang jamur yang mirip sekali jerawat, sehingga banyak dokter yang salah mengira. Salah resep obat bukannya malah menyembuhkan tapi malah memperburuk. Penyakit ini tidak mempan memakai obat-obat jerawat maupun steroid *apalagi ntuh*. Dari yang saya baca, banyak yang menggunakan Nizoral 200 mg untuk diminum/oral, dan cream ketoconazole 2%.

Sekarang hari ke 5 dan saya melihat PT ini agak lebih kalem. Saya mungkin akan coba regimen lainnya. So this posting will be continued yaa..

Iklan

Hi! thank for read my blog & don't forget to leave comments :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s