Pergi Tour ke Kawah Ijen Lihat Blue Fire

Pergi ke Kawah Ijen di Jawa Timur memang menjadi serangkaian paket tour bromo-ijen-madakaripura-taman nasional baluran yang saya ikuti kali ini. Bicara tentang ijen crater, saya sangat tertarik untuk melihat pesona Blue Fire si Kawah Ijen. Siapa sih yang tidak tergoda mengabadikan kecantikannya?

Fenomena Blue Fire di Kawah Ijen Jawa Timur  dan para penambang sulfur telah menjadi sorotan besar baik oleh wisatawan domestik maupun asing. Blue Fire itu sebetulnya merupakan sulfur yang menyala berwarna kebiruan di kala matahari hendak terbit. Untuk mendapatkan momen bluefire, kita harus tiba di puncak kawah sebelum pukul 4 pagi. Dan sungguh luar biasa perjuangan saya mendaki gunung ijen. hoahhh!! sungguh perjalanan wisata ke kawah ijen ini benar-benar butuh kesiapan body yang fit!

Dikarenakan saya mengikuti model paket tur wisata 4 hari 3 malem ke Kawah Ijen – Gunung Bromo dan lainnya yang saya sebutkan diatas, terus terang hari dimana kita harus memanjat gunung ijen sungguh berat. Perjalanan trekking yang memakan waktu krang lebih 2,5-3 jam dengan jalan terjal menanjak sempat membuat niat saya ciut. Namun karena ini pertama kalinya saya mendaki gunung, terpaksa saya kuat-kuatin. Ketika tiba di pos pertama, saya pikir untuk menuju kawah ijen tidak akan jauh lagi. Tapi ternyata sodaraaa sodaaraa, saya harus mengitari bukit dengan jarak tempuh lebih dari 2 kilometer. Mabok! *maklum bukan anak gunung*

Menapaki jalan yang menanjak ternyata membuahkan hasil. tak lama setelah itu, saya akhirnya sampai di kawah ijen. Legaaa rasanya pas tiba di atas sana dan masih belum jam 4 pagi, yang katanya blue fire nya akan habis ketika fajar datang.

Akan tetapi, sepertinya kaki ini memang sudah tidak berpihak pada hati saya. Ternyata oh ternyata, untuk melihat blue fire lebih dekat lagi saya harus turun ke bawah, ke dekat kawah dengan jalan tapak yang sangat curam.

pikir saya: “engga deh, terimakasyoong”

Saya memutuskan untuk tetap diatas, dan melihat dari atas. Sempat coba memotret dari kejauhan namun ternyata bluefirenya sudah mai habis jadi saya gagal untuk memfotonya. hiks *ga bisa pamer*
Saya dan dia memutuskan untuk menunggu sunrise dan sedikit narsis dengan si kawah Ijen. Setelah puas, kami pun turun gunung (hehehe)

Baru kali ini saya tahu bahwa mendaki ataupun turun gunung sama susahnya dan tidak cocok untuk diri saya. Meski telah melihat keindahan alam dari atas awan, saya mendapati diri saya tidak sesuai sama yang manjat-manjat.

But overall, i’m still holding my breath when see the picture of the greatest mount Ijen. Bener-bener indah banget, dan banyaak bule yang datang kesana. sstt… denger2 sih kawah ijen ini lebih famous di mancanegara loh ketimbang bromo. Naah, penasaran? ayoookk monggo pergi wisata ke kawah ijen 🙂

Iklan

Hi! thank for read my blog & don't forget to leave comments :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s